SEPATU KAOS KAKI YANG PRAKTIS DAN GAYA

Sepatu menjadi bagian penting dalam daftar kebutuhan manusia akan pakaian. Sepatu bukan sekadar untuk melindungi kaki saja, namun telah meningkat fungsinya untuk menambah nilai estetika bahkan menunjukkan kewibawaan, status sosial, ataupun peran sosial. Hampir setiap hari sepatu digunakan manusia baik dalam bekerja, berolah raga, santai, bermain, dan lain- lain. Melihat begitu pentingnya peran sepatu, maka kebutuhan akan sepatu pun tak akan ada habisnya, karena setiap saat sepatu dibutuhkan. Sepatu yang dikenakan masyarakan setiap harinya tentu membutuhkan waktu untuk memakainya. Secara umum dalam memakai sepatu yaitu dengan cara menggunakan kaos kaki terlebih dahulu kemudian memasukkan kaki ke dalam sepatu, terkadang untuk sepatu model tali harus mengikatkan talinya supaya rapi. Hal tersebut dilakukan setiap kali memakai sepatu dan melepas sepatu. Faktanya sampai saat ini belum banyak inovasi yang khusus memperhatikan hal tersebut, padahal jika orang yang sibuk tentu akan sangat menggunakan waktu seefektif mungkin.

Inilah yang menggerakkan sekelompok mahasiswa UNY untuk menciptakan sepatu yang beda dari yang ada selama ini. Revika Niza Artiyana dan Ridwan Budiyanto dari prodi PGSD serta Muhammad Lutfi Hendrato prodi Kebijakan Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Amra Ulvita Azhiin prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Sarah Nur Hidayah prodi Pendidikan Teknik Busana Fakultas Teknik menggabungkan sepatu sekaligus kaos kaki dalam satu produk yang diberi nama Sekoka (Sepatu Kaos Kaki). Menurut ketua kelompok Revika Niza Artiyana, sekoka merupakan inovasi baru dalam perkembangan sepatu. “Sekoka memiliki desain kreatif dalam mengemas kaos kaki di dalam sepatu secara rapi, mudah dipakai, dan dengan tampilan stylish” kata Revika “Selain itu juga mudah dalam ketika dilepas untuk dicuci atau dibersihkan.”

Ridwan Budiyanto menambahkan bahwa keunggulan dari produk ini dibandingkan produk sepatu yang lain yaitu efektifitas dalam pemakaian dimana desain sepatu menyatu dengan kaos kaki. Tampilannya cukup menarik, praktis, nyaman digunakan dan mudah dilepas karena kaos kaki tidak didesain permanen. “Selain itu, style dan corak sepatu juga memiliki unsur seni budaya kain lurik” kata Ridwan “Hal ini sebagai upaya mempertahankan kebudayaan yang nyaris tergeser dengan produk-produk modern”. Sekoka memiliki potensi untuk mempertahankan budaya kain lurik karena dapat didesain menggunakan bahan kain pada bagian luarnya, sehingga menampilkan kesan etnik yang dikemas modis. Kualitas produk sekoka akan selalu dijamin demi kepuasan para konsumen.

Sarah Nur Hidayah menjelaskan bahwa alur produksi wirausaha sekoka diawali dengan persiapan bahan-bahan, bahan mentah maupun setengah jadi. “Dilanjutkan dengan pembuatan desain dan pola sekoka sambil melakukan treatment bahan seperti yang dibutuhkan pada desain dan pola yang dibuat” ungkapnya. Kemudian dilanjutkan dengan finishing semua bahan untuk memastikan bahwa bahan telah memenuhi permintaan desain maupun pola yang telah dibuat. Setelah itu tahap penjahitan dan perakitan sekoka sesuai desain yang ada. Dan yang terakhir adalah pemasangan merk, aksesoris, dan pengemasan secara menarik. Kreativitas para mahasiswa tersebut membuahkan hasil dengan meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan tahun 2016. (dedy)