Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pengabdian dan pemberdayaan. Melalui mahasiswa Praktik Lapangan Kependidikan (PLK) Kelompok Kembara, FIP UNY berkolaborasi dengan Kalurahan Sriharjo menyelenggarakan workshop bertema “Edukasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)” pada Minggu (3/5/2026) di Yayasan Sabilussalam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak dan pengenalan terhadap anak kebutuhan khusus. Melalui kegiatan edukatif ini, peserta diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal hambatan perkembangan serta memberikan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan anak.
Workshop menghadirkan Safira Sajidah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa FIP UNY, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Safira menjelaskan berbagai karakteristik anak berkebutuhan khusus, mulai dari anak dengan hambatan penglihatan, hambatan pendengaran, hambatan fisik, autisme, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Down Syndrome, hingga anak berkesulitan belajar spesifik (ABBS).

Selain memperkenalkan karakteristik masing-masing kondisi, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini sebagai langkah awal untuk mendapatkan layanan dan intervensi yang tepat. Orang tua diajak memahami bahwa pengenalan sejak dini dapat membantu mengoptimalkan perkembangan anak sekaligus meminimalkan hambatan yang mungkin muncul pada masa pertumbuhan.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Para orang tua aktif berbagi pengalaman terkait pengasuhan anak serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai perkembangan anak, cara mengenali kebutuhan khusus, dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui kegiatan ini, FIP UNY bersama Kalurahan Sriharjo berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah anak. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat membantu mengurangi stigma terhadap anak berkebutuhan khusus sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam mendukung perkembangan anak.
Program yang diinisiasi oleh mahasiswa PLK Kelompok Kembara ini menjadi salah satu wujud implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara FIP UNY, Kalurahan Sriharjo, dan Yayasan Sabilussalam menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak serta mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif bagi semua.