Siapa sangka, melimpahnya rimpang temulawak dan susu kambing etawa di perbukitan Samigaluh kini tak lagi sekadar bahan mentah bernilai jual rendah. Lewat inovasi bertajuk Curcuma-Action, Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tergerak mendobrak ketergantungan masyarakat pada bantuan gizi luar dengan mengoptimalkan kekayaan alam lokal.
Program pemberdayaan yang menyasar warga Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo ini dirancang sebagai solusi konkret atas maraknya keterbatasan gizi keluarga dan ancaman stunting di daerah tersebut.
Membangkitkan Kemandirian Gizi dari Dapur Sendiri
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Banyaknya komoditas lokal seperti temulawak, susu kambing etawa, dan telur kerap terabaikan pemanfaatannya untuk konsumsi harian berprotein tinggi. Melalui Curcuma-Action, mahasiswa UNY hadir mengedukasi warga agar mampu mengolah bahan dasar tersebut menjadi produk pangan bergizi tinggi yang tak hanya lezat, tetapi juga bernilai ekonomi.
Ketua Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY FIP UNY, Ahmad Nazarudin Ari Nuha, menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah mewujudkan kemandirian pangan keluarga secara berkelanjutan.
"Kami ingin masyarakat bisa memanfaatkan apa yang sudah ada di sekitar mereka sebagai alternatif pemenuhan gizi keluarga. Harapannya, keterampilan yang didapat tidak hanya meningkatkan kesehatan keluarga, tetapi juga bisa membuka peluang usaha baru," ungkap Ahmad.
Dari Es Herbal Segar hingga Siomay Protein Tinggi
Pelatihan ini dikemas secara interaktif melalui workshop dua hari yang menggabungkan edukasi teori, demonstrasi memasak, hingga praktik langsung oleh peserta:
Hari Pertama (Inovasi Minuman Sehat): Peserta diajak mendalami keunggulan nutrisi temulawak dan susu etawa, lalu mempraktikkan pembuatan Xanthorrhiza Ice—sebuah minuman kesegaran herbal berbahan dasar rimpang Curcuma yang disukai anak-anak maupun dewasa.
Hari Kedua (Inovasi Pangan Protein): Peserta dilatih mengolah SIPERKASA (Siomay Protein Keluarga Sehat), yakni siomay padat gizi yang memanfaatkan bahan-bahan lokal kaya protein sebagai sajian utama peningkat tumbuh kembang anak.

Sasaran Tepat Sasaran: Ibu dan Kader Kesehatan
Kegiatan ini diikuti oleh 41 peserta yang terdiri dari para kader kesehatan desa serta para ibu yang memiliki anak terindikasi stunting. Penekanan program tidak hanya berhenti pada cara memasak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pemenuhan gizi berkualitas bisa dicapai tanpa biaya mahal.
Melalui pendampingan intensif, para peserta diharapkan dapat menerapkan resep-resep ini di rumah masing-masing secara konsisten, bahkan mengembangkannya menjadi produk UMKM lokal berbasis gizi.
Langkah Nyata Menuju Desa Bebas Stunting
Langkah yang ditempuh Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY FIP UNY ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis potensi daerah merupakan kunci utama pembangunan kesehatan masyarakat. Curcuma-Action hadir bukan sekadar sebagai program sesaat, melainkan fondasi awal bagi warga Kalurahan Kebonharjo untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam menjaga kesehatan generasi penerus bangsa.