Transformasi Pendidikan dalam Mewujudkan SDM yang Unggul Kreatif dan Inovatif Berkelanjutan

Transformasi pendidikan merupakan keniscayaan, tidak hanya ilmunya saja, namun juga aktualisasi dari pendidikan itu sendiri, transformasi yang dinamis seiring dengan perubahan tantangan zaman. Saat ini kita menghadapi globalisasi dan tak ada pilihan kecuali meningkatkan competitiveness human capital kita. Bangsa yang akan survive, akan menang dan sukses dalam era seperti ini adalah bangsa yang berpengetahuan dan berketerampilan, memiliki knowledge and skills serta yang berkarakter kuat. Yang tidak memiliki ketiga hal itu, akan terpuruk dan kehilangan jati diri bahkan mungkin kehilangan kedaulatan negaranya. Demikian yang disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S., dalam Orasi Ilmiah Upacara Dies Natalis Ke – 73 Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY, Senin (14/08), di Ruang Aula Lantai 3 IDB FIPP UNY.

Lebih lanjut, Prof Ravik menyampaikan, kemajuan teknologi digital telah dan akan sangat disruptif bagi siapa saja yang tidak siap. Transformasi pendidikan merupakan proses pengembangan, pembaruan, dan penyesuaian paradigma pendidikan dengan tuntutan jaman. “SDM pendidikan (pendidik dan tenaga kependidikan) yang unggul, kreatif, dan inovatif tidak dapat dipandang sebelah mata. SDM Pendidikan yang unggul adalah yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan berdaya saing. Pendidik dan tenaga kependidikan yang kreatif harus mampu menyusun dan menjalankan metode pembelajaran yang menarik dan menantang bagi peserta didik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan efektif. Selain itu, pendidik dan tenaga kependidikan yang inovatif harus mampu menciptakan solusi baru dan menghadapi tantangan pendidikan dengan cara yang cerdas dan berbeda, “paparnya.

Terkait dengan transformasi di bidang pendidikan, Prof. Ravik memberikan pandangannya, yaitu Pertama, Integrasi teknologi, dimana teknologi mampu memfasilitasi pembelajaran secara adaptif dan berbasis data; lalu menumbuhkan pembelajaran daring yang menawarkan pembelajaran online secara massal dengan aneka pilihan platform dan alokasi maupun waktu yang fleksibel yang bisa diakses oleh pembelajar. Kedua, Pembelajaran daring dan Massive Open Online Courses (MOOCs), bahwa munculnya platform pembelajaran online yang dapat diakses dan menawarkan fleksibilitas serta memenuhi gaya belajar yang beragam dari peserta didik; Ketiga, Blended learning, yakni menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Hal ini telah memberikan kesempatan untuk peserta didik bisa belajar secara mandiri dan realtime; Keempat, Gaming dan edutainment, yaitu suatu proses pebelajaran yang memasukkan teknik-teknik gaming/permainan dalam materi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa karena pembelajaran menjadi lebih menyenangkan; Kelima, Personalized Learning, dimana teknologi telah memungkinkan pembelajaran yang menyesuaikan instruksi, konten, dan pengalaman belajar untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan kemampuan individu peserta didik secara personal/individual. Pendekatan ini bertujuan untuk beralih dari model pendidikan tradisional yang bersifat satu ukuran untuk semua dan berfokus pada penyediaan jalur pembelajaran yang dipersonalisasi bagi para peserta didik. Keenam, Project Based Learning dan STEAM ( Sains, Teknologi, Engenering, Arts dan Matematika) yaitu pembelajaran berbasis proyek yang menekankan pada pembelajaran langsung berbasis pengalaman dan menggabungkan mata pelajaran STEAM. Hal ini diyakini bisa meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, pemecahan masalah dan mengembangkan solusi inovatif; Ketujuh, Flipped Classroom, yaitu siswa belajar terlebih dulu di rumah dengan metode online, kemudian saat di kelas dikhususkan untuk diskusi dan kegiatan kelompok. Metode ini mendorong pembelajaran aktif dan berinteraksi dengan teman; Kedelapan, Global Collaboration, suatu pembelajaran dimana teknologi telah memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi global di antara para siswa dan pendidik di seluruh dunia. Kolaborasi global telah mendorong munculnya keragaman ide, keahlian, dan sumber daya untuk mengatasi tantangan global secara lebih efektif;, Kesembilan, Lifelong Learning and Microcredentials, yaitu pembelajaran seumur hidup yang mengacu pada proses berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia modern yang berubah dengan cepat. Tenaga kerja yang terdidik dan terampil akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan secara keseluruhan di berbagai sektor. Disamping itu muncul sistem pembelajaran singkat dan terfokus yang dikenal dengan istilah Microcredentials. Microcredentials bisa memungkinkan individu untuk memperoleh keterampilan atau pengetahuan khusus dalam waktu yang singkat. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri tertentu dan dapat diperoleh melalui kursus online, lokakarya, atau pengalaman belajar lainnya;, kesepuluh, Inclusive Education, pendidikan inklusif memastikan bahwa semua siswa dan sebagai warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak. Siapapun warga dunia berhak atas pelayanan pendidikan yang sama (termasuk para difabel, orang miskin, orang yang terisolasi jarak/tempat tinggalnya, dan orang-orang yang belum beruntung). Salah satunya kini berkembang apa yang kita kenal sebagai sekolah inklusi untuk para siswa difabel belajar bersama siswa lainnya. Kesebelas, Artificial Intelligence in Education (AI), yang sering dikenal sebagai kecerdasan buatan atau kecerdasan entitas ilmiah atau inteligensi artificial, atau mesin yang dapat belajar dan berpikir seperti manusia; yaitu teknologi AI yang diintegrasikan dalam platform pendidikan guna memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menghadirkan berbagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. AI dirancang untuk meniru kecerdasan manusia. Salah satu yang kini telah berkonstribusi adalah aplikasi ChatGPT

Dekan FIPP UNY, Prof. Dr. Sujarwo, M.Pd., dalam laporannya menyatakan Tema Dies ke-73 FIPP UNY tahun ini adalah “"Transformasi Ilmu Pendidikan dalam mewujudkan sumber daya manusia pendidikan yang unggul, kreatif dan inovatif berkelanjutan ". Prof. Sujarwo juga menyampaikan perkembangan FIPP sampai Juni 2023, baik dari tata pamong, tata kelola, kepemimpinan, kerjasama, dan penjamintan mtu, penyelenggaraan tridharma.

Sementara itu, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO mengapresiasi capaian FIPP UNY tahun ini, khususnya terkait dengan peningkatan SDM di FIPP. “Dosen Guru Besarnya, tambah banyak, Doktornya tambah Banyak, dalam pengukuhan Guru Besar, 26 Agusutu 2023, FIPP ada 4 guru besar dari 14 Guru besar yang akan dikukuhkan, “puji Prof. Sumaryanto

Upacara Peringatan Dies Natalis ke-73 FIPP UNY ini dihadiri oleh Pimpinan UNY, Senat Akademik FIPP, Dosen, Tenaga Kependidikan, Mitra, Ketua Ormawa, dan Student Employment. (rit)