Bantul, 22 November 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan aksi konservasi bertajuk “Mangrove Guardian Movement: Dari Pesisir Kita Menanam, untuk Lautan Kita Menyelamatkan” di kawasan konservasi mangrove Baros, Bantul. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 ini menjadi implementasi nyata tujuan SDGs 14: Life Below Water, khususnya dalam upaya menjaga habitat pesisir dan mengurangi risiko degradasi lingkungan.
Program ini dirancang sebagai gerakan restorasi pesisir melalui penanaman bibit mangrove yang berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi, menyediakan habitat bagi biota laut, serta mendukung ketahanan ekosistem pesisir jangka panjang. Sebanyak 25 bibit mangrove berhasil ditanam oleh peserta yang terdiri dari 5 mahasiswa Manajemen Pendidikan angkatan 2023.
Selain penanaman, peserta juga mendapatkan pemaparan secara langsung dari pengelola kawasan mangrove Baros mengenai pentingnya menjaga kualitas ekosistem pesisir, tantangan konservasi yang saat ini dihadapi dan cara menanam mangrove dengan benar. Penjelasan tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara mangrove, keberlanjutan laut, serta dampaknya bagi masyarakat pesisir.

Dalam pemaparannya, pihak pengelola menjelaskan bahwa mangrove bukan hanya sekedar tanaman pesisir, tetapi benteng ekologis yang berperan besar dalam meredam gelombang, mengurangi abrasi, serta menjadi tempat pembesaran berbagai jenis ikan. Upaya konservasi mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan laut yang kini menghadapi ancaman abrasi, limbah, dan perubahan iklim.
Kegiatan ini juga memperkuat indikator SDGs 14 (perlindungan ekosistem pesisir) dan turut memberi kontribusi terhadap SDGs 13 (Aksi Iklim) melalui penyerapan karbon dari bibit mangrove yang ditanam. Melalui dokumentasi video dan publikasi kegiatan, program ini turut mendukung peningkatan literasi lingkungan di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

UNY terus mendorong mahasiswa untuk menjadi motor penggerak dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Program Mangrove Guardian Movement diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi langkah awal lahirnya proyek-proyek konservasi berikutnya, baik melalui kolaborasi dengan komunitas pengelola kawasan, unit mahasiswa, maupun inisiatif lingkungan tingkat fakultas.
Melalui aksi penanaman mangrove ini, mahasiswa tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Harapannya, gerakan sederhana dari pesisir ini dapat memberi dampak besar bagi masa depan lingkungan Indonesia.
Berikut link video dokumentasi kegiatan : https://youtu.be/2chdox_WTos?si=MesRqYDY6TpX9E9t
Penulis: Fiola Syahnia Salma, dkk.
Editor: Humas FIP UNY