Yogyakarta, 29 Januari 2026 — Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan ramah disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran aktif Kemal Pasha Wijaya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) FIP UNY sekaligus relawan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UNY, yang bertugas sebagai juru bahasa isyarat (JBI) dalam sidang skripsi mahasiswa Tuli dari Fakultas Vokasi UNY.
Kemal mendampingi Siti Annisa, mahasiswa Fakultas Vokasi UNY dengan hambatan pendengaran, selama proses sidang skripsi berlangsung. Kehadiran JBI berperan penting dalam memastikan komunikasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan tim penguji berjalan efektif, setara, dan tanpa hambatan, sehingga mahasiswa dapat mengikuti proses akademik secara adil.
Dalam sidangnya, Siti Annisa mengangkat skripsi berjudul “Peran Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Pelayanan Publik bagi Penyandang Disabilitas.” Sidang tersebut dipimpin oleh Fajar Wahyu Nugroho, S.Kom., M.Kom. selaku dosen pembimbing, dengan tim penguji Alfin Harits Norma Wildan, M.Pd. sebagai penguji utama dan Deliana Ristiani, S.E., M.Pd. sebagai sekretaris penguji.
Sidang skripsi dilaksanakan di Laboratorium PLB UNY, yang selama ini menjadi salah satu ruang pendukung layanan akademik inklusif. Melalui pendampingan JBI, Annisa dapat menyampaikan gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta menjawab pertanyaan dari tim penguji secara optimal.
Keterlibatan mahasiswa PLB FIP UNY sebagai JBI tidak hanya mencerminkan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga menegaskan nilai kepedulian sosial serta semangat inklusivitas yang ditanamkan dalam proses pendidikan di FIP UNY. Praktik ini sejalan dengan komitmen UNY dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 5: Kesetaraan Gender dan Tujuan 10: Pengurangan Kesenjangan. Penyediaan akses komunikasi yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas, termasuk perempuan penyandang disabilitas, merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang adil, setara, dan tanpa diskriminasi.
Melalui kegiatan ini, FIP UNY menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi kebutuhan mahasiswa difabel serta memperkuat ekosistem kampus yang inklusif, setara, dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika UNY. Dukungan terhadap layanan aksesibilitas akademik juga menjadi langkah konkret dalam mengurangi kesenjangan sosial di lingkungan pendidikan tinggi.