Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (FIP UNY) menyelenggarakan kegiatan peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan inklusif melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru dalam Mengakomodasi Pembelajaran Kelas Inklusif dengan Keberadaan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus”. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026, bertempat di Aula Mohammad Amin Lantai 3 FIP UNY.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik di kelas inklusif. Keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus dalam kelas reguler menuntut guru memiliki pemahaman dan keterampilan dalam melakukan penyesuaian pembelajaran, asesmen, pengelolaan pembelajaran akademik, serta pemberian dukungan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Materi pertama mengenai Akomodasi Pembelajaran Kelas Inklusif disampaikan oleh Prof. Mumpuniarti, M.Pd. Materi membahas pentingnya penyesuaian pembelajaran agar peserta didik berkebutuhan khusus dapat mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya. Akomodasi pembelajaran menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan kesempatan belajar yang lebih sesuai bagi setiap peserta didik di kelas inklusif.
Materi selanjutnya, Asesmen dan Perangkat Pembelajaran Kelas Inklusif, disampaikan oleh Dr. Sukinah, M.Pd. Pembahasan diarahkan pada pentingnya asesmen sebagai dasar untuk memahami kebutuhan dan kemampuan peserta didik serta menentukan perangkat pembelajaran yang sesuai. Guru perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan hasil asesmen sebagai pertimbangan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran di kelas yang memiliki keberagaman karakteristik peserta didik.
Sesi ketiga membahas Pengelolaan Pembelajaran Akademik dalam Kelas Inklusif yang disampaikan oleh Dr. Woro Sri Hastuti. Materi memberikan penguatan mengenai pengelolaan pembelajaran akademik dengan mempertimbangkan perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar peserta didik. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada bagaimana guru mengelola proses pembelajaran agar dapat diikuti oleh seluruh peserta didik.
Materi terakhir mengenai Multi Tiered System of Supports (MTSS) di Kelas Inklusif disampaikan oleh Adi Suseno, M.S. Materi memperkenalkan pendekatan dukungan berjenjang yang dapat digunakan untuk merespons kebutuhan peserta didik secara sistematis. Melalui MTSS, guru dapat memberikan dukungan sesuai dengan tingkat kebutuhan peserta didik, mulai dari dukungan yang diberikan kepada seluruh peserta didik hingga dukungan yang lebih intensif bagi peserta didik yang memerlukannya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan para pemateri. Pertanyaan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan konsep dan materi yang diberikan, tetapi juga mengangkat berbagai situasi yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran inklusif di sekolah.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menghubungkan materi dengan realitas pembelajaran di lapangan, termasuk dalam menghadapi keberagaman kemampuan peserta didik, menentukan bentuk akomodasi pembelajaran, melakukan asesmen, serta memberikan dukungan sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Melalui kegiatan ini, FIP UNY terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan inklusif, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang dapat mengakomodasi keberagaman peserta didik di kelas inklusif.