Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyosialisasikan Petunjuk Teknis (Juknis) Program Keterampilan Fungsional Berbasis Kelas Kebutuhan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Penyandang Disabilitas di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Pundong, Bantul, Jumat (11/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan hasil riset ke dalam praktik layanan rehabilitasi yang sesuai dengan potensi, kemampuan, karakteristik, dan kebutuhan individual PPKS penyandang disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BRTPD Pundong tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas instruktur, psikolog, tenaga medis, dan pekerja sosial (peksos). Sosialisasi bertujuan memperkenalkan perangkat program keterampilan fungsional yang dapat digunakan oleh BRTPD Pundong dalam merencanakan dan melaksanakan layanan berbasis kelas kebutuhan.
Tim PkM UNY diketuai oleh Dr. dr. Atien Nur Chamidah, M.Dis., St., dengan anggota Ernisa Purwandari, M.Pd., Dr. Aini Mahabbati, M.A., dan Prof. Dr. Suparno, M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan empat luaran PkM yang dapat dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung pelaksanaan program keterampilan fungsional di BRTPD Pundong. Keempat luaran tersebut meliputi:
1. Buku Panduan Layanan, yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program keterampilan fungsional.
2. Buku Instrumen Asesmen, yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan, potensi, dan kemampuan PPKS penyandang disabilitas.
3. Buku Panduan Pembelajaran, yang menjadi bahan pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran keterampilan fungsional.
4. Silabus, yang memberikan kerangka pembelajaran secara sistematis sesuai dengan kelas kebutuhan.
Program PkM ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan akan layanan keterampilan fungsional yang dapat disesuaikan dengan kondisi setiap PPKS penyandang disabilitas. Pendekatan berbasis kelas kebutuhan mengelompokkan program berdasarkan kebutuhan dan kemampuan PPKS, meliputi kelas bina diri, interaksi sosial, praketerampilan, keterampilan hidup, dan kelompok abu-abu.
Melalui pendekatan tersebut, program pembelajaran dapat dirancang secara lebih terarah dengan mempertimbangkan hasil asesmen dan karakteristik masing-masing PPKS. Asesmen menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan layanan sekaligus menjadi dasar bagi instruktur dan tenaga pendamping dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai.
Dalam sosialisasi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penerapan hasil asesmen dalam pembelajaran, termasuk penyesuaian instruksi, cara berkomunikasi dengan PPKS, serta pemilihan media pembelajaran. Penyesuaian tersebut diperlukan agar proses pembelajaran keterampilan fungsional dapat berlangsung sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing PPKS.
Melalui kegiatan ini, Tim PkM UNY mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di BRTPD Pundong sekaligus mendukung pengembangan layanan rehabilitasi yang berbasis kebutuhan. Perangkat yang dihasilkan diharapkan dapat membantu tenaga layanan dalam melaksanakan program keterampilan fungsional secara lebih sistematis dan terarah.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara UNY dan BRTPD Pundong dalam mengimplementasikan hasil riset ke dalam praktik layanan rehabilitasi. Dengan demikian, PkM berbasis hasil riset tersebut menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan secara langsung sekaligus mendukung peningkatan kapasitas SDM dalam memberikan layanan kepada PPKS penyandang disabilitas.