Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Mbangun Desa mendorong penguatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) wilayah Kampung Emas Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, melalui program “Belajar Tanpa Sekat: Melatih Guru SD dalam Menstimulasi Student Engagement melalui Project Seamless (PROSEAM) Learning.”
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian UNY yang terdiri atas Dr. Aprilia Tina Lidyasari, M.Pd. sebagai ketua, dengan anggota Dr. Eva Imania Eliasa, M.Pd., Dr. Agnesi Sekarsari Putri, M.Pd., dan Ganda Sukmara, S.Pd., M.Pd. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa Pinka Windu Ardiningrum, Estri Nur Hasanah, Zeva Adi Fianto, Nurul Sinta Nirwana, dan Selviana Dewi Pramesti. Tim secara bersama-sama berperan dalam perencanaan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, evaluasi, hingga penguatan keberlanjutan program.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru SD dalam merancang pembelajaran berbasis proyek yang menghubungkan pengalaman belajar siswa di sekolah, rumah, dan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan proses belajar lebih kontekstual, bermakna, serta mendorong keterlibatan siswa secara kognitif, emosional, dan perilaku.
Memperkuat Kompetensi Guru melalui PROSEAM Learning
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih terpisahnya pengalaman belajar siswa antara lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat. Pembelajaran di sekolah mitra juga belum optimal dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar autentik. Guru membutuhkan pendekatan yang dapat mengintegrasikan pengalaman belajar tersebut secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Melalui Project Seamless (PROSEAM) Learning, guru dilatih merancang pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran serta memanfaatkan potensi lokal Kampung Emas sebagai sumber belajar. Potensi budaya, lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat diarahkan menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa.
Pelatihan dilaksanakan melalui workshop interaktif yang mencakup pengenalan konsep PROSEAM Learning, pembelajaran berbasis proyek berkelanjutan, penguatan student engagement, integrasi potensi lokal, simulasi pembelajaran, serta praktik penyusunan perangkat pembelajaran.
Sebanyak 25 guru SD di Kabupaten Kulon Progo mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan. Para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga melakukan praktik penyusunan perangkat pembelajaran berupa modul ajar, LKPD berbasis proyek, dan instrumen asesmen student engagement.
Kompetensi Guru Meningkat
Efektivitas pelatihan dievaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru setelah mengikuti pelatihan PROSEAM Learning.
Rata-rata skor pretest sebesar 60,84 meningkat menjadi 88,72 pada posttest, atau mengalami peningkatan sebesar 27,88 poin. Sementara itu, nilai normalized gain mencapai 0,72, yang termasuk kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan memberikan peningkatan yang substansial terhadap pemahaman guru mengenai PROSEAM Learning, pembelajaran berbasis proyek berkelanjutan, pemanfaatan potensi lokal, student engagement, dan penyusunan perangkat pembelajaran inovatif.
Belajar Tidak Lagi Terbatas di Ruang Kelas
Salah satu kekuatan PROSEAM Learning adalah upayanya menghubungkan pengalaman belajar siswa di kelas dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran dapat dilanjutkan di rumah dan lingkungan masyarakat, kemudian pengalaman tersebut dibawa kembali ke kelas untuk didiskusikan, dianalisis, dipresentasikan, dan direfleksikan.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang terpisah berdasarkan ruang maupun mata pelajaran. Guru dapat merancang proyek yang mengintegrasikan berbagai konteks kehidupan siswa secara lebih utuh.
PROSEAM Learning juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat. Pendekatan ini juga relatif adaptif karena tidak membutuhkan infrastruktur mahal untuk diterapkan.
Mendukung Pencapaian SDGs
Program “Belajar Tanpa Sekat” memiliki keterkaitan langsung dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Peningkatan kompetensi guru, pengembangan pembelajaran inovatif, dan penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, sekolah, guru, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi untuk membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan di wilayah Kampung Emas Pengasih.
Mitra turut memberikan dukungan berupa penyediaan tempat, fasilitas pembelajaran, koordinasi dengan sekolah dan guru, serta keterlibatan aktif dalam pelaksanaan pelatihan, implementasi pembelajaran, refleksi, observasi, dan FGD.
Menghasilkan Perangkat Pembelajaran dan HKI
Rangkaian kegiatan menghasilkan sejumlah luaran, antara lain peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan PROSEAM Learning, tersusunnya modul ajar, LKPD berbasis proyek, dan instrumen asesmen student engagement, serta penguatan kualitas pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.
Selain itu, kegiatan ini menghasilkan draft artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal nasional bereputasi serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas modul pembelajaran PROSEAM dan perangkat pendukung yang dikembangkan dalam kegiatan pengabdian.
Keberlanjutan program diarahkan melalui penguatan komunitas praktisi guru. Guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi teacher leader yang berbagi praktik baik dan mendampingi rekan sejawat dalam mengembangkan pembelajaran berbasis potensi lokal Kampung Emas. Monitoring lanjutan dilakukan melalui observasi kelas, refleksi bersama guru, dan dokumentasi praktik baik.
Melalui program “Belajar Tanpa Sekat”, UNY berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan pendidikan di masyarakat. PROSEAM Learning diharapkan dapat berkembang menjadi praktik pembelajaran yang berkelanjutan, menghubungkan sekolah, rumah, dan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDG 4 dan SDG 17 di tingkat lokal.
Penulis: Aqnes, dkk.
Editor: Humas FIP UNY.