Yogyakarta, 21 November 2025 — Departemen Pengembangan Profesi Bimbingan (PPB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru BK tersebut berlangsung di Ruang Sidang 1 FIP UNY pada Jumat (21/11).
Ketua Unit Utama Ilmu Kependidikan (UUIK) FIP UNY, Dr. Suyantiningsih, M.Ed., membuka kegiatan dengan sambutan hangat kepada seluruh peserta rombongan. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan harus terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang semakin dinamis.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah awal memperluas jejaring dan kolaborasi. Harapannya, akan terjalin sinergi yang lebih solid antara akademisi dan guru BK dalam mengembangkan layanan konseling yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini,” ujar Dr. Suyantiningsih.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Budi Astuti, M.Si., memaparkan materi bertema “Permasalahan Kesehatan Mental Generasi Z dan Peran Guru BK di Era Digital.” Dalam presentasinya, ia menekankan bahwa generasi Z menghadapi beban psikologis yang berbeda dibanding generasi sebelumnya akibat paparan teknologi, media sosial, dan tuntutan akademik yang tinggi.
Prof. Budi menguraikan sejumlah fenomena kesehatan mental yang kian sering muncul pada peserta didik, seperti kecemasan, depresi ringan, stres akademik, perbandingan sosial digital, hingga fenomena overthinking. Menurutnya, guru BK perlu mengembangkan pendekatan konseling yang lebih adaptif, humanis, dan berbasis literasi digital.
“Guru BK perlu memahami pola perilaku digital peserta didik. Mereka tumbuh di dunia serba cepat, serba instan, dan penuh tekanan sosial. Pendekatan layanan BK harus menyesuaikan dengan karakteristik tersebut, sehingga intervensi dapat lebih efektif,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan berbagai pertanyaan dan studi kasus yang disampaikan para guru BK dari MGBK Ciamis. Peserta mengaku mendapatkan wawasan baru terkait strategi menghadapi isu kesehatan mental dan teknik konseling yang lebih sesuai dengan konteks sekolah masa kini.
Ketua rombongan MGBK Ciamis Yosep menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan materi yang diberikan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama berkelanjutan antara MGBK dan FIP UNY, baik dalam bentuk pelatihan, lokakarya, maupun penelitian bersama.
Kunjungan akademik ini diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperluas wawasan profesional para guru BK, tetapi juga memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah Indonesia.