Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) S2 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (FIP UNY), Khairil Mursyidin, turut berperan dalam kegiatan press release pengungkapan kasus gangguan kamtibmas yang digelar oleh Polresta Sleman pada 6 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, Khairil hadir sebagai Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk menjembatani komunikasi antara pihak kepolisian dengan masyarakat tuli. Kasus yang diungkap merupakan tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di wilayah Godean, Sleman, dengan korban seorang mahasiswa yang mengalami luka bacok pada bagian tangan, bahu, dan punggung akibat serangan sekelompok pelaku yang berkeliling mencari sasaran di jalanan.

Keterlibatan Khairil Mursyidin dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa FIP UNY dalam mendukung aksesibilitas informasi publik yang inklusif. Melalui kemampuan komunikasi bahasa isyarat yang dimiliki, Khairil membantu memastikan informasi penting terkait proses pengungkapan kasus dapat diterima secara setara oleh teman tuli. Kolaborasi antara mahasiswa FIP UNY dan Polresta Sleman ini juga menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelayanan publik yang ramah disabilitas serta memperluas akses informasi bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Kehadiran Juru Bahasa Isyarat dalam kegiatan resmi kepolisian menjadi langkah positif dalam mewujudkan komunikasi publik yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Sebagai mahasiswa PLB S2 FIP UNY, Khairil dikenal aktif dalam isu pendidikan inklusif dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Pengalaman menjadi Juru Bahasa Isyarat dalam forum resmi kepolisian menunjukkan kompetensi mahasiswa PLB tidak hanya terbatas pada ruang akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung di tengah masyarakat. Peran tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum dalam menciptakan pelayanan publik yang ramah disabilitas.
Melalui keterlibatan ini, FIP UNY kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak insan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan profesional dalam mendukung terwujudnya masyarakat inklusif.