Departemen Pendidikan Luar Biasa dan Departemen Pendidikan Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Resiliensi dan Well-Being Guru dalam Implementasi Program Makan Siang Bergizi bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar Inklusi” pada 03 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas departemen dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan inklusif melalui penguatan kapasitas guru.
Tim pengabdian dipimpin oleh Prof. Dr. Ibnu Syamsi, M.Pd. dari Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB), dengan anggota Dr. Agnesi Sekarsari Putri, M.Pd. dan Dr. Yeni Rakhmawati, M.Pd. dari Departemen Pendidikan Sekolah Dasar (PSD). Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Doktor Pendidikan Dasar, yaitu Dwi Mahmud Rizki Riyanto dan Muhammad Aqmal Nurcahyo, sebagai bagian dari implementasi kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan Guru Pendamping Khusus (GPK) dari sekolah dasar inklusi di Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kehadiran berbagai unsur sekolah tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif yang diterapkan dalam kegiatan, sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama memperkuat kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan Program Makan Siang Bergizi secara inklusif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan melalui observasi, wawancara, dan diskusi bersama kepala sekolah, guru kelas, serta Guru Pendamping Khusus (GPK). Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim pengabdian menyelenggarakan sosialisasi mengenai Program Makan Siang Bergizi, pelatihan penguatan resiliensi dan teacher well-being, serta pendampingan implementasi program di sekolah. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan stres, regulasi emosi, self-care, mindfulness, hingga strategi pendampingan yang aman dan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, simulasi kasus, refleksi, dan pendampingan langsung sehingga guru memiliki ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus mengembangkan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan selama pelaksanaan Program Makan Siang Bergizi. Pendampingan ini juga memperkuat kolaborasi antara kepala sekolah, guru kelas, Guru Pendamping Khusus, dan orang tua dalam mewujudkan layanan pendidikan yang lebih inklusif.
Melalui kegiatan ini, guru memperoleh penguatan mengenai pentingnya resiliensi dan well-being sebagai bekal dalam menjalankan peran profesional di sekolah inklusi. Sinergi antara Departemen PLB dan PGSD FIP UNY diharapkan dapat menghasilkan praktik-praktik baik yang dapat diterapkan secara lebih luas dalam implementasi Program Makan Siang Bergizi sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik, khususnya anak berkebutuhan khusus.