Bantul, 25 November 2025 — Mahasiswa Manajemen Pendidikan melaksanakan program Aksi Nyata SDGs bersama pengelola sekaligus pembudidaya ikan gurami di Kampung Gurami Kergan, berlokasi di Kergan, Tirtomulyo, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk dari kontribusi mahasiswa dalam membantu pembudidaya mengatasi mahalnya harga pakan ikan dan menerapkan pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan, sejalan dengan tujuan SDGs 12.

Program diawali dengan sesi wawancara dengan Bapak Sunarto, SE selaku pengelola Kampung Gurami dan pembudidaya ikan gurami untuk memperoleh informasi mengenai proses budidaya, tantangan yang dihadapi, serta kebutuhan prioritas. Dari hasil wawancara diketahui bahwa kenaikan harga pakan pelet menjadi kendala besar yang berdampak langsung pada keberlangsungan usaha.
Menindaklanjuti temuan tersebut, mahasiswa memberikan solusi alternatif berupa pemanfaatan maggot sebagai pakan yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik. Selain lebih ekonomis, penggunaan maggot juga dinilai ramah lingkungan dan efektif guna mendukung pertumbuhan ikan gurami.
Mahasiswa juga melakukan praktik langsung bersama pembudidaya, mulai dari pemberian pakan hingga pembuatan media budidaya maggot sebagai langkah pemecahan masalah pakan. Tidak hanya itu, mahasiswa turut menyusun kartu nama dan leaflet informasi budidaya gurami sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan identitas dan promosi usaha, kemudian diserahkan secara langsung kepada pembudidaya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa bukan hanya menjalankan Aksi Nyata SDGs, tetapi juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pakan alternatif berbasis limbah organik. Program ini diharapkan terus berlanjut dan diperluas melalui kerja sama dengan LSM, pemerintah daerah, dan pihak kampus agar mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan di Kampung Gurami Kergan.
Penulis: Dea Citra Egita Sari, dkk.
Editor: Humas FIP UNY