Kembangkan Sayap Kemitraan, Prodi Kebijakan Pendidikan UNY Gelar Capacity Building bersama BPS DIY dan Bappeda Jawa Barat

Yogyakarta, 28 Juli 2025 – Program Studi Kebijakan Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan capacity building bertajuk “Pelatihan Pengambilan Data dan Penyusunan Peta Jalan Lulusan: Fondasi Strategis Akademik-Praktis Kebijakan Pendidikan”. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dan diikuti oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Prodi S1 Kebijakan Pendidikan, bertempat di Ruang 69, Gedung Moh. Amien, Lantai 1.

Secara resmi, acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Shely Cathrin, S.Fil., M.Phil., yang menekankan pentingnya sinergi antara penguatan akademik dan kebutuhan praktis di lapangan kebijakan pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membekali civitas akademika kebijakan pendidikan dengan kompetensi berbasis data guna menjawab tantangan pembangunan pendidikan nasional.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Bapak Sentot Bangun Widiyono, MA. dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY yang hadir secara luring, serta Bapak Sriyuda Ermansyah, S.T., M.Si. dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Barat yang menyampaikan materi secara daring. Keduanya membagikan wawasan tentang pentingnya pengambilan data dan integrasi akademik-praktis dalam pembangunan pendidikan.

Dalam paparannya, narasumber dari BPS menyampaikan bahwa data merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan yang akurat. Beliau menjelaskan berbagai indikator pendidikan yang dikelola BPS, serta prosedur pengambilan data yang menjunjung tinggi kerahasiaan responden. Mahasiswa dan peneliti diimbau untuk memanfaatkan layanan Pelayanan Statistik Terpadu (PST) atau mengakses laman resmi BPS untuk mendapatkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Narasumber juga menyoroti potensi DIY yang memiliki tingkat disparitas gender rendah, meski di sisi lain masih menghadapi tantangan kualitas pendidikan pada generasi tua.

Sementara itu, narasumber dari BAPPEDA Jabar menyampaikan pentingnya membangun kemitraan strategis antara kampus dan pemerintah daerah. Sriyuda menekankan bahwa kampus bukan sekadar ruang berpikir, dan birokrasi bukan hanya tempat bekerja, tetapi keduanya memiliki misi bersama dalam membangun peradaban melalui kebijakan pendidikan yang berdampak. Dalam sesi ini, turut ditekankan pentingnya integrasi output akademik ke dalam siklus perencanaan pembangunan, serta penguatan kurikulum agar sejalan dengan kebutuhan daerah.

Sesi diskusi berlangsung dinamis. Javasun, salah satu mahasiswa, mengusulkan pentingnya penguatan literasi data di masyarakat dan menyambut baik peluang kerja sama seperti program UNY Goes to BPS. Akmal, peserta lain, memberikan panduan praktis pencarian data melalui laman resmi BPS dan membedakan jenis data statis dan dinamis yang dapat diakses publik.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Kebijakan Pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam pengambilan data berbasis metodologi yang kuat, serta mendorong terbentuknya peta jalan lulusan yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara akademisi dan birokrat dalam mendesain kebijakan pendidikan yang berbasis data, berdampak, dan berkelanjutan.

Penyusun: Tampi Prehadini